Sejarah Desa

31 Januari 2017 19:18:39 WIB

Menurut Babad Lasem (babad Kanung) diceritakan bahwa komoditi Mataram kuno selain beras dan emas adalah belerang yang berasal dari pegunungan Dhieng. Pada saat itu, rute perjalanan karavan belerang ini melewati Gunung Prau, turun melewati wilayah Candiroto kemudian melewati jalur sungai di Singorojo dan lewat pelabuhan Kaliwungu diekspor keluar Jawa. Pada masa itu, sungai masih besar dan kebudayaan Mataram adalah kebudayaan Sungai yang memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi ke dunia luar.

 

Pada abad-abad berikutnya, Candiroto kembali muncul dalam kronik saat liberalisasi ekonomi Belanda dengan adanya perkebunan-perkebunan swasta milik pengusaha Belanda. Candiroto menjadi pusat transit komoditi kopi dari hasil perkebunan tersebut. Kemungkinan juga, Desa Candiroto tumbuh bersamaan dengan adanya jalur jalan yang menghubungkan Magelang (pusat militer Belanda) dengan Semarang. Desa Candiroto kemudian menjadi pusat administrasi di Temanggung utara dengan tingkat kawedanan.

 

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Peta Lokasi Candiroto

tampilkan dalam peta lebih besar